7 Tips Supaya Anak Mau makan

4464_biarkan_anak_makan_apa_saja

1.  Mengenali Waktu Makan

Tanpa disadari, orang tua sering memaksa anak untuk segera makan. Kita menyediakan makanan untuknya tepat waktu. Padahal, saat itu anak mungkin belum mau makan. Sarapan pagi, misalnya, kita langsung memberi makan setelah anak selesai mandi. Padahal, sebagian anak perlu waktu untuk membang­kitkan selera makannya.

Cobalah mengenali waktu lapar anak dengan memberinya makanan ringan lebih dulu. Jika anak makan dalam jumlah yang besar, berarti dia lapar. Lakukan hal itu beberapa hari untuk menguji apakah itu kebiasaannya atau bukan. Jangan kita samakan waktu makan anak dengan orang dewasa.

2.   Buat Suasana Menyenangkan

Buatlah suasana makan di rumah senyaman dan sesantai mungkin. Bebas dari suara bising. Ajak anak makan di tempat yang disukainya. Lalu biarkan anak menghabiskan makanan sesuai keinginannya karena anak punya selera makan sendiri. Bila sudah merasa kenyang, dia akan berhenti. Jangan kita berkata, “Habiskan makananmu,” atau “Tambah lagi makannya.” Kata-kata itu akan menjadi beban baginya. Kenikmatannya akan hilang dengan adanya paksaan untuk menambah makanan.

3.   Ciptakan Suasana Tenang

Sesuatu bisa mempengaruhi ketenangan anak dalam bersan­tap. Televisi, walau si anak tidak memperhatikan, bisa membuat bingung. Selera makannya bisa hilang atau berkurang. Intinya, pada saat makan pandangan anak jangan sampai terpaku pada satu hal. Untuk mendukung ketenangan, biarkan dia makan bersama boneka atau mainan kesayangannya, dengan catatan dia tetap mau makan. Boneka dan mainan hanya untuk membuatnya diam saat makan.

4.   Biar Lambat Asai Habis

Kebanyakan anak balita makan dengan lambat. Kita dibuatnya kesal dan tak sabar. Kita menganggap anak malas dan makannya main-main. Sebetulnya, walau lambat asalkan habis merupakan hal yang baik bagi anak. Apalagi jika dia mulai belajar makan sendiri. Biarkan makanannya berantakan, berserakan di mana- mana. Hargailah bahwa itu adalah cara dia makan. Jadi, berikan waktu agar anak bisa menyelesaikan makannya.

5.  Biarkan Anak Memilih

Jangan menyajikan makanan pada anak-anak yang itu-itu saja. Ini bisa membuat anak bosan, walau tadinya dia menyukai makanan itu. Sekali-kali beri kesempatan anak memilih makanan yang diinginkannya, walau makanan yang dia pilih mungkin tidak bergizi. Dukung dia menyantap makanan yang dipilihnya itu.

6.  Menyiasati Makanan

Anak biasanya menyukai sesuatu yang lucu dan menarik. Karenanya buatlah makanan yang menarik perhatiannya. Misalnya, menaburi roti dengan meses warna-warni atau buatlah kue berbentuk binatang dan buah-buahan.

7.   Beri Banyak Pilihan

Kita harus memikirkan kemungkinan anak bosan terhadap suatu makanan. Karena itu kita juga harus mempersiapkan makanan lain (cadangan). Selain menghindari kejenuhan, makanan cadangan memberi kesempatan pada anak untuk men­coba sesuatu yang baru. Pilihan makanan ini harus mempunyai kualitas yang sama. Menu makanan anak seharusnya memang divariasikan. Para ibu kebanyakan menyajikan buah-buahan atau sayur-sayuran yang itu-itu saja, sesuai selera mereka. Ingat, jangan sekali-kali beranggapan bahwa balita menyukai apa yang Anda suka. Dan juga, jangan beranggapan bahwa apa yang Anda tidak suka, anak juga tidak suka.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *